Rabu, 26 November 2014

Security Pada Network & Wireless

Jaringan Komputer adalah kumpulan 2 atau lebih komputer yang saling dihubungkan dengan menggunakan media kabel/tanpa kabel (Wireless) sehingga dapat menggunakan dan berbagi data secara bersamaan. di dalam jaringan menggunakan kabel atau hanya 2 buah komputer saja itu dinamakan Peer to Peer.
Ada pula jaringan tanpa kabel yaitu Wireless dengan menggunakan perangkat SSID & Access Point. SSID sendiri maksimal penamaannya hanya 32 karakter. sedangkan Access Point bertugas menyebarkan gelombang radio sebesar 2,4 Ghz agar sebuah komputer yang di jangkauannya dapat saling terhubung dan berkomunikasi dengan harus melewati langkah-langkah konfirmasi dari Access Point tersebut.

  • Prinsip Keamanan Jaringan

    Keamanan jaringan adalah prioritas utama dari pengelola jaringan da pengembangan jaringan. terutama pada pengendalian akses dan sumber daya jaringan. dan penanggung jawab pengelola jaringan berhak mengecek para pengguna akses jaringan tersebut. agar akitivitas pengguna tidak melampaui batas yang telah di sediakan pengelola jaringan. Prinsip dasar jaringan dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
A. Confedality (Kerahasian) adalah data-data akses jaringan atau data pengelola yang tidak boleh pengguna akses yang sifatnya sangat penting.
B. Intergrity (Integritas) adalah pengiriman sebuah akses data atau objek yang berasal dari sumber hingga sampai ke tujuan dan tidak boleh di modifikasi.
C. Availability (Ketersediaan) adalah  para pengguna berhak mendapatkan akses dari pengelola jaringan dengan sesuai wewenangnya harus deberikan kemudahan hingga tidak terjadi permasalahn pada jaringan.

Aplikasi-aplikasi yang paling terpenting untuk bisa mengingkatkan daya keamanan jaringan sebagai berikut :
A. Nonrepudation
     Setiap aktivitas yang dilakukan oleh system yang terkendali akan diawasi oleh 'logged'. fungsinya agar pengguna alat atau pengelola jaringan bisa melakukan pengeceken system. Karena prinsip log tidak bisa dipisahkan oleh system bila terjadi serangan atau penyusupan ini sangat membantu dalam pencarian pengguna dan data apa yang telah di ambil oleh penyusup. log juga bisa diartikan sebuah catatan waktu atau daftar. kelebihan Nonrepudation yang sangat penting peranannya di dalam sebuah jaringan yaitu :
- Perlindungan dari sebuah entitas yang terlibat dari komunikasi yang turut serta ambil bagian dari komunikasi tersebut.
B. Authenticity 
    Berfungsi untuk memastikan informasi yang berkomunikasi adalah nyata atau tidak palsu. fungsinya adanya tools yang membuktikan keaslian dokumen dapat dilakukan dengan wattermarking(untuk menjaga intelektual sebuah dokumen data). Macam-Macam Metodenya pada Username & Password :
- Tidak adanya Username & Password
- Statis Username & Password
- Expired Usernam & Password
- One-Time Password

  • Prinsip Keamanan Pada Wireless
Jaringan Wireless atau tanpa kabel merupakan jaringan yang open network berbeda dengan yang menggunakan kabel yang harus mencolok kabel terlebih dahulu bila ingin terkoneksi. dalam koneksi Wireless siapapun pengguna tidak akan ada kendala secara fisik. Di jaringan ini admin sangat berkontribusi untuk menentukan jaringan tersebut aman atau tidak. Pengamanan pada wireless terbagi menjadi 4 yaitu :
A. Hidden(Sembunyikan) SSID
    SSID disembunyikan dengan maksud agar yang mengetahui SSID dapat terhubung ke jaringan tertentu, tidak seluruhnya bisa terhubung.
B. Menggunakan Kunci WEP
    WEP merupakan sebuah enkripsi yang digunakan shared key pada proses konfirmasi untuk memeriksa pengguna dan untuk memeriksa data yang lewat pada Wireless ke LAN.
C. MAC Address Filtering
     MAC Filtering merupakan metodi filtering yang membatasi dari pengguna MAC Address tersebut. MAC Fileter ini merupakan system keamanan yang baik juga untuk WLAN. Karena sensitif dengan gangguan percurian pc card dalam MAC Filter di Access Point.
D. Menggunakan Kunci WAP-PSK dan WAP2-PSK
    WAP-PSK sendiri merupaka kunci keamanan semantara untuk untuk menggantikan kunci WEP. salah satu metode untuk menggunakan WAP-PSK agar tidak diserang oleh hacker yaitu menggunakan passphrase yang panjang agar tidak mudah di tebak oleh hacker. letak wireless dan pengaturan daya transmit sebuah Access Point harus diperhatikan untuk mengurangi resiko penyalah gunaan wireless.

Sumber : 
http://iketutsuastika.wordpress.com/2013/05/29/network-security-keamanan-jaringan-2/
http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=93

Tidak ada komentar:

Posting Komentar